Breaking News

4 Penghalang Anda Untuk Berpenampilan Menarik Di Tempat Kerja


Sebagai pekerja profesional, pastinya Anda diinginkan untuk tidak jarang kali maksimal dalam mengerjakan tugas keseharian dimanapunlokasi kerja kita berada. Segala tuntutan dan keharusan perusahaan,mesti dilakukan dengan benar sesuai formalitas yang ada. Terkadang, beban berat kegiatan yang kita tanggung, tidak seimbang denganketerampilan yang kita miliki, atau bahkan di luar scope job desk Anda.

Stress dan benak yang terlalu konsentrasi terhadap kegiatan kantor,menciptakan Anda mengesampingkan hal-hal kecil yang sebenarnya paling penting. Salah satunya ialah penampilan kita di lokasi kerja.

Tidak peduli apa jabatan Anda, apa profesi Anda, dan seberat apapunkegiatan Anda, berpenampilan unik di lokasi kerja ialah sesuatuurusan dasar yang mesti kita lakukan.

Berikut ini ialah beberapa urusan yang seringkali menjadi penghalang Anda guna berpenampilan unik saat bekerja, dimanapun lokasi kerja kita berada.

1. Lingkungan Dan Suasana Kantor Yang Tidak Kondusif

Dalam dunia kerja, salah satu hal yang menciptakan seseorang kerasan atau tidak terhadap sebuah perusahaan ialah bagaimana keadaan kerja dan lingkungan di dalamnya. Jika seseorang tidak nyaman dengan keadaan yang ada, kenginan guna resign seringkali selalu mengusik hati.

Begitu pun dalam urusan berpenampilan. Jika dalam suatu dunia kerja tidak tidak sedikit orang yang berpenampilan rapih dan menarik, pastinya akan dominan pada kelaziman berpenampilan Anda.

Kebanyakan orang, bakal ikut arus yang terdapat di depannya, cari aman dan tidak hendak tampil lain dari kelompoknya. Mengikuti arus tersebut baik, namun sesuaikan pada tempatnya. Jika mengekor arus yang buruk, tentunya anda harus mengupayakan untuk terbit dari arus tersebut.

Tidak jarang kita menyaksikan seseorang yang mencoba terbit arus, bakal dihujat atau di “olok-olok”. Apalagi dalam urusan berpenampilan. Ketika Anda mengupayakan tampil lain dari lingkungan sekitar, seringkali minimal Anda bakal diejek, walaupun maksudnya hanyalah berkelakar atau guyonan belaka.

Jika kita masih malas dan fobia untuk terbit dari arus lingkungan yang ada, sesekali usahakanlah “iseng” guna main-main ke lokasi kerja lain. Dimana sepenglihatan Anda tidak sedikit pria dan wanitanya yang berpenampilan rapih dan menarik. Tentunya kita akan menikmati suasana dan atmosfer yang berbeda.

2. Terlalu Banyak Kesibukan Dan Tekanan Dari Pekerjaan

Kesibukan yang terlampau berlebihan dan tanpa henti, ingin membuat seseorang menjadi abai terhadap hal-hal kecil lainnya. Bahkan, bisa jadi untuk melalaikan keluarga dapat saja terjadi.

Jika Anda dapat mengatasi load kegiatan dengan baik, tentunya bakal sangat gampang untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satu solusinyaialah dengan teknik menggunakan skala prioritas.

Identifkasilah mana saja kegiatan dari yang sangat penting dan tidak cukup penting. Jangan tak sempat masukan kegiatan untuk meng-upgrade penampilan di dalamnya.

3. Kurang Dukungan Dan Masukan Dari Orang Terdekat Anda

Orang terdekat di sini dapat keluarga, sahabat, pacar, atau pasangan Anda. Merekalah yang dominan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika mereka tidak cukup memberikan support ataupun masukan (feedback) terhadap kehidupan Anda, khususnya dalam urusan berpenampilan, terdapat dua hal penyebabnya.

Pertama, bisa jadi memang sifat mereka yang cuek. Kedua, bisa jadi Anda sendirilah yang tidak dapat menerima pendapat dan masukan dari orang lain.

Perlu diingat, andai orang terdekat menyerahkan masukan atau saranuntuk Anda, sebetulnya mereka tidak bermaksud guna mencampuri kehidupan Anda. Justru urusan itu ialah ungkapan kepedulian terhadap kita secara spontan saat mereka menyaksikan ada sebuah hal yang salah pada Anda.

4. Pengelolaan Keuangan Yang Buruk

Mungkin anda sudah tidak sedikit mendengar tentang teori perencanaan keuangan. Dalam teori tersebut, dilafalkan bahwa pengelolaan finansial yang ideal minimal ada enam pos pengeluaran, yaitu

-          Sedekah atau berderma = 5%
-          Dana terpaksa dan premi asuransi = 10%
-          Biaya hidup teratur = 50%
-          Tabungan untuk keperluan dalam satu tahun = 10%
-          Investasi untuk keperluan jangka menengah dan panjang = 15%
-          Gaya hidup = 10%

Konsumsi melakukan pembelian barang pakaian, tergolong dalam pos gaya hidup. Jika kita belum mengaplikasikan formula di atas, dapat Andajajaki mulai dari sekarang.

Persentase di atas melulu sebagai referensi dasar saja. Anda dapat mengubahnya sesuai keterampilan Anda. Pastinya, terdapat baiknya tidak jauh bertolak belakang dari standar perencanaan finansial yang telahdilafalkan di atas.

Berpenampilan unik di kantor ialah suatu urusan dasar yang mesti kita pahami dan kerjakan setiap saat. Bahkan sejumlah perusahaan telah menerapkan sejumlah standar baku dalam berpenampilan untuk setiap pekerjanya. Untuk perusahaan, mempunyai karyawan dengan penampilan yang rapih dan unik pastinya akan menyerahkan citra yang positif.

Tidak ada komentar